Rabu, 18 Juli 2012

2. PERAN SERTA USTADZAH CHODIJAH AL HINDUAN

1. Peran Ustadzah Chodijah Al Hinduan dalam Pendirian Pondok


Kesuksesan Ust. Hasan Baharun dalam berdakwah dan membangun Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah tidak lepas dari peran besar dari seorang wanita sholihah yang sudah terdidik dan terlatih kesabaran, kegigihan serta ketegarannya dalam menghadapi kehidupan oleh ayahandanya Al-Habib Muhammad Al-Hinduan, beliau adalah Syarifah Khodijah binti Muhammad Al-Hinduan, istri tercinta yang senantiasa dengan penuh ketabahan dan kesabaran mendampingi pahit getirnya perjuangan serta senantiasa memberikan semangat bagi sang suami.


2. Peran Ustadzah Chodijah Al Hinduan dalam Masa-masa Sulit


Pada waktu perintisan pondok, kehidupan ust. hasan dan keluarganya sangat sederhana sekali. Bahkan apabila ada tamu beliau menjual barang-barang yang ada di rumahnya untuk menghormati tamu. Termasuk barang-barang yang dijual adalah barang pecah belah, sehingga yang tersisa hanya cukup untuk kebutuhan keluarga. Dan Ust. Hasan pernah menjual pakaiannya juga dalam rangka menghormati tamu, sehingga yang tersisa hanya beberapa potong pakaian saja. Namun Ustadzah tetap setia dan sabar mendampingi Ust. Hasan dalam masa-masa sulit tersebut. Bahkan jiwa besar dan perjuangannya ditunjukkan oleh ustadzah ketika Ust. Hasan membutuhkan dana untuk pondok maka ustadzah dengan senang hati menjual seluruh barang-barang berharga dan semua perhiasan yang dimilikinya bahkan yang mengandung kenangan dan sejarah dijualnya pula.


3. Peran Ustadzah Chodijah Al Hinduan dalam Perintisan Pondok Putri


Perintisan pondok putritidak lepas dari peran Ustadzah Chodijah, karena beliau juga yang mengusulkan agar dibuka/menerima santri putri. Dan pada awal menerima santri putri ditempatkan di rumah beliau sendiri. Beliau melayani dan memperlakukan para santri tersebut ibarat anak sendiri. Di samping Ustadzah sebagai pendamping suami dalam mengurusi santri beliau juga turut mengajar dengan ketelatenan dan kesabaran beliau dalam membina dan mendidik santri putri sehingga pondok putri semakin berkembang.


4. Peran Ustadzah Chodijah Al Hinduan dalam Pengembangan Pondok Putri


Karena keterbatasan Ust. Hasan sebagai seorang laki-laki dalam membina dan mengatur pondok putri yang hal ini merupakan tradisi di kalangan Bani Ba’alawi sebagai komitmen terhadap ajaran agama dan syari’at Islam, oleh karen itu secara otomatis pengelolaan pondok putri sepenuhnya ditangani oleh Ustadzah Chodijah Al Hinduan.
Adapun diantara peran besar beliau dalam pengelolaan dan pengembangan pondok putri adalah sebagai berikut:
  • Mengawasi dan mengontrol agar para guru putri aktif dan disiplin dalam mengajar.
  • Mengadakan pengajian dalam rangka pengembangan kemampuan keilmuan dan wawasan para pengajar pondok putri, dan beliau sendiri selalu hadir menyertai mereka sehingga para ustadzat sungkan untuk tidak hadir.
  • Menciptakan keakraban di kalangan para ustadzat dengan senantiasa mengadakan pertemuan/musyawarah dan rihlah bersama serta mengadakan arisan bersama sebagai sarana untuk mengikat tetap hadirnya para ustadzat.
  • Menata fasilitas dan keuangan pondok putri, serta sangat perhatian terhadap kesejahteraan dan keadaan pengajar pondok putri dengan memberikan syahriyah sendiri dan senantiasa memberikan hadiah.
  • Merekrut dan menyeleksi para guru yang akan mengajar di pondok putri dengan seleksi yang cukup ketat, sehingga kehormatan dan kewibawaan pondok putri tetap terjaga.
  • Mengajar dan memberikan keteladanan kepada santri dan dewan guru dalam keistiqomahan beribadah dan berperilaku secara Islami.
  • Memperhatikan fasilitas dan segala kebutuhan santri serta menciptakan suasana yang kondusif dan asri, sehingga santri tetap betah di pondok dan senang dalam belajardi pondok.
  • Mengurusi secara langsung setiap perizinan santri putri sebagai wujud tanggung jawab besar dan sifat amanah beliau.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar